Konfigurasi DNS Server Di Debian



A. Pengertian

Sistem Penamaan Domain ; SNR (bahasa inggris: (Domain Name System; DNS) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host ataupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surel (email) untuk setiap domain. Menurut browser Google Chrome, DNS adalah layanan jaringan yang menerjemahkan nama situs web menjadi alamat internet.

B. Latar Belakang

Kesulitan untuk menghafal IP server sehingga dibutuhkan penamaan IP Address

C. Tujuan

Lebih mudah untuk menghafal alamat web server.

D. Alat Dan Bahan

1. Komputer atau laptop client
2. Server
3. Koneksi internet

E. Pelaksanaan

1. Kita install dahulu bind9

2. Masuk ke directory /etc/bind

3. Edit file named.conf.local

4. Samakan seperti gambar dibawah ini, udah localhost menjadi domainmu.db ramz dan db.69 juga bisa sesuai keinginanmu. Save lalu exit.

5. Copy db.local ke dp.ramz dan db.127 ke db.69

6. Edit db.ramz

7. samakan seperti gambar dibawah, localhost ubah sesuai domainmu dan 192.168.33.2 ubah sesuai ip servermu. Save lalu exit

8. Edit db.69

9. samakan seperti dibawah, ramdani.gov adalah nama domain.

10. Edit file resolv

11. Yang paling atas adalah IP servermu kemudian yang kedua gatewaynya. Save lalu exit.

12. Restart network dahulu.

 13. Restart Bind9.

14. Cek dengan nslookup namadomain

15. Cek dibrowser, sebelum cek pastikan koneksi anda dns nya mengarah ke server anda bukan ke internet atau global karena disini kita menggunakan IP local. jika berhasil hasil akan muncul tampilan apache jika anda sudah install apache.


F. Hasil

Bisa mengartikan alamat ip server menjadi nama domain sehingga mudah dihafal.

G. Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_Penamaan_Domain 
Previous
Next Post »